Bagiku sebuah rezeki kalau kali ini, pada hari pertama Ramadhan berkesempatan untuk datang, hadir dan ikutan berbuka bersama atau berifthar (istilah populer di Ingris) di mesjid Agung' Regent Park Mosque', London. Secara kebetulan pula aku datang untuk urusan penting lainnya. Kadang kami menggunakan masjid sebagai tempatnya 'rendevous atau meeting point' dengan teman teman.
Usai sholat sunnah masjid dan Ashar aku langsung kirim sms ke Hilaal, adikku, mengatakan bahwa aku sudah berada dimasjid. Sambil kami menunggu teman atau adik-adik lainnya yang kebanyakan muallaf yang baru usai bekerja, benak dan matakku tetap meng-observasi keadaan disekitarnya.
Masjid Agung London
Dipelataran masjid yang cukup luas nampaklah beberapa orang yang tengah 'ngabuburit' duduk atau berdiri berkelompok dengan pakaian, penutup kepala yang beragam baik gaya dan model. Jam berbuka, 'break fasting' pada hari pertama yakni jam 17.20, itulah sebabnya banyak kesempatan bagi mereka yang bekerja untuk bisa ber-ifhtar ke masjid.
Nampaklah kesibukan para penjual kue-kue baik asin dan manis tengah menyiapkan meja-meja untuk menjajakan dagangannya. Pengurus masjid, para lelaki tengah menyiapkan semuanya. Menurutku menarik karena bapak-bapak menyiapkan sendiri, bukan ibu-ibu atau para wanita seperti lazimnya dinegeri kita, selalu wanita dan ibu-ibu yang menyediakan semuanya.
Mereka tengah memotong buah-buahanan seperti buah apel, pisang, jeruk California dan nampak tumpukan dos-dos buah buah kurma. Sedang dimeja lain beberapa orang tengah menuang susu segar dingin ke gelas plastik.
Satu jam menjelang berbuka nampak jamaah antri untuk mendapatkan bagiannya. Setiap mereka mengambil beberapa potong apel, 1 potong kecil pisang, 3 kurma, 1 iris jeruk california dan segelas susu, lalu mereka pergi ketempat ruang besar untuk berbuka dan sekaligus sholat maghrib.
Hilaal menolongku untuk mengambilkan satu piring kecil berisikan macam-macam, baru saja kupegang piring berisikan buah-buahan seorang brother yang duduk dikursi dorong datang mendekat dan mengucap salam ' Ramadhan Mubarak' dan membuka kantong plastiknya lalu menawarkan buah strawberry yang berwarna merah ranum. ' Please sister…take two, three' pintanya. Ah, seakan dia mengharuskan aku untuk tidak menampik tawarnnya. Akupun mengambil dua buah strawberry. Disetiap benak kita, tentu tidak pernah lupa dengan cuplikan: 'Mereka yang memberi makan bagi yang shaum akan mendapatkan pahala setara dengan yang shaum…' kurang lebih begitu Subhanallah...ia ingin sekali berbagi dan mendapatkan pahala dengan memberikan buahnya. Aku jadi terharu.' Jazakallah brother, bless you'
Akupun berpisah dengan mereka...lalu aku pergi ke bagian wanita. Didekat pintu nampak seorang ibu duduk ...sepertinya beliau dari Mesir atau Timur Tengah lainnya, wajah itu cukup familiar di masjid, ya minimal pengurus atau caretaker di Masjid. Aku tertarik dengan kurmanya yang alamaak nampak kuning mungil dan menarik, aku mengambilnya (kuyakin ini memang disediakan untuk pelalu lalang yang tengah shaum)
' Three only…!' ujarnya. ' Do not bring that milk upstair, you will spill it' (tumpah maksudnya) iiih judesnya si ibu ini. 'Huh dasar...'gumamku dalam hati. Mereka kalau bicara memang tidak pernah lembut, selalu keras dan kurang rumah, terkadang kasar..' Begitulah mereka. Tabiat dan kebiasaannya. Dari dulu tidak berubah. Makanya aku kapok bawa dua anakku untuk berbuka puasa di masjid...yang memang di dominir oleh mereka dari Timur Tengah.
Aku turun ke basemen, karena kuyakin diatas sudah penuh dan selalu berebut tempat, ya aku memutuskan untuk berbuka puasa dilantai bawah. Betul saja, diruang bawah nampak sunyi. Ada sekitar tujuh orang muslimah disana. Aku mengucap salaam dari kejauhan pada ibu-ibu yang sedang berkumpul disudut lalu duduk dan mencoba bertilawah.
Sambil membaca Al-Quran, sambil merasakan sakitnya kepala, karena dua hari terakhir ini aku tengah menderita migrain lagi...kupijit sambil berdzikir dan meminta agar bisa melengkapkan hari pertama Ramadhanku. 'Ya Rabb izinkan aku mementaskan shaumku…hari ini'
Sekali-kali kutengok jam dilenganku dan tiba-tiba seorang Muslimah, berbusana ala Arab, tinggi sekali datang dan duduk disebelahku sambil mengucap salam diiringi senyum manis kemudian ia membuka kitab Al-Quran dan bertilawah.
Susu dan Kurma
Susu yang kuambil dari lantai atas berada disudut sepertinya menanti begitu lama untuk kureguk. Aku tak sabar betapa nikmatnya berbuka puasa dengan segelas susu yang dingin ditemani kurma dari Tunisia.
Apa sih kelebihan kurma Tunisia. Kenapa aku menyukai yang ini? Penampilan kurma ini sangat menggemaskan, parasnya yang mungil, langsing dan kuning kecoklatan warnanya, padat (tidak lembek) dan rasanya yang tidak terlalu manis, alamaak, sekali anda memakannya bakalan tidak cukup dua tiga...yang jelas membuat kita ketagihan.
Konon pada masa Rasulullah saw beliau berbuka puasa dengan beberapa butir kurma segar atau yang kering,kalau tidak ada kurma dengan segelas air lalu disambung dengan sholat maghrib.
"Ketahuilah wahai hamba yang taat, sesungguhnya korma mengandung berkah dan kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruhnya terhadap hati dan mensucikannya, tidak ada yang mengetahuinya kecuali orang yang berittiba'. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu (ia berkata) :
"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air"
Lalu bagaiman halnya dengan susu dan Korma. Konon kaum Badui (Baduin) selalau minum susu dan korma yang dianggap merupakan makanan tambahan pelengkap bagi orang-orang Badui di Padang Pasir di Jazirah Arab. Pada masa itu memang kaum Baduin hidupnya hanya bergantung dengan korma dan susu kambing (goat milk) yang membuat mereka sehat dan fit, mereka yakini bahwa kombinasi ini dapat menyembuhkan penyakti kronis yang sukar disembuhkan. Terbayangkah oleh kita kehidupan mereka di padang Sahara yang tinggal ditenda atau rumah-rumah dari tanah?
Kita yakin Rasulullah saw dan keluarganya selalu minum susu, kalau tidak susu kambing tentunya susu unta, karena seperti kita tahu lembu/sapi tidak ada mungkin hidup di padang pasir. Dengan zaman modern seperti sekarang ini susu bisa didatangkan dari negeri-negeri terdekat yang mampu memproduk susu sapi dan dikirim dengan truk pendingin tentunya Kini..tradisi tsb menjadi tradisi harian di belahan jazirah Arab..hingga kebiasaan minum susu dan kurma dibawa ke daratan Eropa dan Inggris.
Namun yang pasti memang keutamaan buah korma yang banyak disebutkan dalan Al-Quran dan hadith seperti:
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...." (Maryam [19]: 24-26)
Pada masa bunda Mariam hendak bersalin ayat tersebut diturunkan Allah swt
pemilik kerajaan dengan segala isinya. Ia tahu betul bahwa Mariam RA akan memerlukan darah yang hilang pada saat persalinanan nabi Isa AS, konon sang buah kurma yang matang dan ranum itu siap di santap oleh bunda Mariam .
Menurut penelitian buah kurma, dengan kandungan limapuluh persen gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fluktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna. Kandungan gulanya mengandung sedative (menenangkan saraf) seperti halnya dengan susu segar dingin.
Aishah RA berkata : Rasululah (SAW) berkata: "Sungguh dalam kurma ada penyembuh" (Imam Muslim dan Imam Ahmad )
Maka disunnahkan untuk berbuka dengan buah kurma: Rasulullah berkata:
' Jika kalian puasa, berbukalah dengan kurma. Kalau kalaua tidak ada maka berbukalah dengan air. Karena air menyucikan'
Rasulullah SAW biasanya berbuka puasa dengan memakan beberapa buah kurma sebelum sholat maghrib, bila kurma tidak ada maka gantinya adalah buah kismis (anggur kering), andai keduanya tidak ada maka beberapa teguk airpun jadilah sekedar untuk memecahkan puasanya.
Saya sungguh tidak paham dengan kebiasaan di negeri kita untuk mengkonsumi kolak dan kue-kue manis untuk buka puasa, atau sekarang ada pula tradisi minum atau makan 'es buah', baik berupa buah Belewah atau timun suri atau buah-buah lainnya, Cuma repotnya penambahan sirop dan es' itulah yang saya agak risih. Maka tak ayal timbangan berat badan jadi melonjak dibulan Ramadhan akibat dari salah makan.
Sahur atau Sarapan
Sahur untukku pribadi dianggap sebagai sarapan, biasanya dengan 2 tangkap roti bakar (toast) dipolesi margarine, madu dan krem wijen ditemani teh manis dan ditutup dengan 5 butir kurma dan tidak lupa segelas susu. Beberapa teman cukup dengan minum juice buah murni atau makan buah-buahan saja. Semua ini tergantung kebutuhnan tubuh kita. Yang pasti bisa dibedakan esoknya. Dengan makanan yang ringan ditutup dengan buah saya tidak merasakan kelaparan dan kelelahan bahkan sebaliknya tubuh terasa ringan, sejuk bisa melakukan aktifitas harian seperti biasanya. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna, hendaknya lebih menjadi pilihan.
Kini tinggal anda mencobanya berbuka puasa dengan buah-buahan segar, beberapa butir buah kurma, kalau mampu susu dingin. Bagi teman yang tinggal diluar Indonesia tentu mampu melakukannya, bagi yang di Indonesdia mungkin tidak. Gantiya tentu ada untuk kalsium yang hilang. Cobalah..berbuka puasa dengan susu segar yang dingin (tanpa gula) dengan beberapa butir buah kurma, tidak saja dirasakan dampak posisitfnya tentu kita mengambil barkahnya sebagaimana halnya Rasulullah saw tidak terlepas dengan kurma dimasa hidupnya.
Insya Allah saya lanjutkan dengan cerita lainnya Bagaimana Muslim di Inggris menjalankan ibadah shaumnya, berinteraksi dengan sesama Muslim yang multi national bahkan terkadang mengundang teman non Muslim untuk menyaksikan bagaimana kita ber-ifthar. Allahu 'alam busawab (Al Shahida)
London, 14 September 2007
al_shahida@yahoo.com