alshahida
Female
London

Assalamualaikum wr wb
Duka lara mereka, anak-anak yatim korban konflik terlalu jauh, doa dan deritanya telah menerobos ke sela sela dinding hati kendati terpisahkan oleh jarak puluhana ribu mil, moga mereka bisa membawaku ke emperan jannah...
   

<< December 2016 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Friday, February 24, 2012
FUSHILAT 30 (Yang Dijelaskan)



“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah kamu dengan (memperoleh) syurgayang telah dijanjikan Allah kepadamu”.



“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS 41:30-32)



‘Ayat-ayat ini justru membuatku terlipur dari lara yang berkepanjangan, kendati air mataku hampir meloroh turun, lalu aku bertanya balik seakan ada dialog dengan Tuhanku:

‘Tapi Tuhan kami sudah tidak lagi merasakan sedih, keperihpedihan hati kami kini menebal dan kami kini dengan derita duka kami, air mata ini ‘lah terkuras habis, tak lagi tersisa.

“Kalaupun ada mungkin ini sebagai pelepas duka lara kami, sebagai pelerai rasa galau dan geram kami atau barangkali sebagai pembilas dosa-dosa dan salah kami, atau.. andaikan ada mungkin bening airmat itu kini jadi memerah menjadi darah”.



“ Ya Rabb kemarin ..kami masih mampu bertahan dan kaki-kaki kami masih kokoh menopang tubuh kami, berpijak dibumiMu ini, berpegang pada tali kendala Tauhidmu, bersandar pada dinding kesabaran dan tawaqal yang Engkau patrikan pada nurani kami, menahan lapar akan keadilan, meredam haus akan kebijaksanaan ya Rabb..namun hingga kapankah?



“Ya Allah Engkau menyuruh kami untuk selalu saling mendoakan saudara kami, pemimpim-pemimpin dan wakil kami kami, anak dan istri kami, semua. Sudah ..sudah ya Rabb, sudah kami panjatkan. Namun sepertinya doa ini tidak pernah menerpa dinding kalbu para ibu-ibu pembesar kami, tidak juga menyentuh atau menyelinap disela sela hati mereka, juga untuk para elite serta menteri-menteri dan presiden kami yang tengah duduk dikursi kekuasaan berpoleskan mas dan perunggu, wakil-wakil kami yang konon mewakili dan mengataskan kami sibuk study-banding keluar negeri sambil membawa pesanan para istri untuk mencarikan Gucci, Luivitton, Escada, atau sibuk bersidang di kursi-kursi empuk berjok empuk berselimutkan beledru dan satin, ah sampaikah doa-doa kami ini?



“Ya Allah engkau kirimkankah malaikat-malaikatMu ke-atap atap gubuk kami yang reyot digang gang kami yang pengap dan gelap agar mereka mendengarkan dan mencatat desah desah keputusasaaan kami, keluh kesah dan pengaduan kami yang terdzalimi, kami yang yang tak berdaya dan terpedaya oleh janji janji belaka. Mungkinkah desah doa kami tak ubahnya bagai semut-semut kecil hitam merayap dibatu batu yang buram, hitam, dimalam kelam atau tergilas oleh kemilaunya BabyBenze, RollRoyce, Jaguar dan BMW?”.


‘Oh, Tuhamku jangan -angan Engkau bosan mendengar keluh kesah dan pengaduan kami. Jangan-jangan Engkau jera dengan tangis kami hingga kami didera oleh selaksa musibah. Lalu kemana lagi mengaduh, kemana lagi kami berpaling dan bersandar, kalau bukan kepadamu ya Rabb”.


‘Rumah sementara kami yang kumuh di pinggiran kali kemarin kini telah lenyap diserap banjir, hingga kini kami masih mencari lahan sekedar untuk berteduh sambil hati was-was jangan jangan aparat datang menggusur kami, menghardik kami. Hingga kini kami tak mampu menyatakan diri bahwa kami ‘Miskin dan papa’ mereka tak menerima sogokan untuk membuat surat bahwa kami miskin, karena kami tak ada atap rumah layak untuk menetap sehingga kami tak berhak mendapatkan ‘Surat Keterangan Miskin’. Bukankah ini sesuatu yang tragis ?


“Ya Raab bukanlah pilihan kami untuk miskin dan jelata. Bukan kehendak kami untuk menjadi mahluk yang hina papa bahkan lebih papa dari saudara kami di Cina sana. Bukanlah kehendak kami untuk menjadi mahluk yang termiskin dan tak ada harga diri, mungkin diri kami ini lebih baik dari anjing anjing liar kurus atau burung unggas yang bebas menukik mencari makan ditempat sampah, tanpak hardikan satpam dan polisi. Sedang kami?


‘Ya Allah bagaimana kami bisa mendapatkan jannahmu, sedang hati ini teriris pedih, sakit ini kami emban puluhan tahun. Setiap hari kami menanti penuh harap akan hak kami yang tak terpenuhi, hak kami yang terinjak injak, hak kami yang termaktub dalam undang undang itu tak terbuktikan, amanah itu telah mereka abaikan dengan menjual atas nama kami, Rakyat miskin Indonesia. Kemiskinan kami semata untuk jadi bahan diskusi, wacana, riset, study banding, lalu dibukukan, lalu dipresentasikan, didokumentasikan dalam bentuk Pdf atau lainnya dengan potret potret kemiskinan kami, kami lapar, kami haus keadilan...Ya Illahiii’.

‘Kalau esok lusa kami menemuiMu ya Rabb, maka masukkan kami walau dalam emperan jannahmu, pendarkan bau syurgaMu walau dari jauh, satukan kami dengan para dhuafa, para miskin yang hina papa yang telah dengan sabarnya melakoni kehidupan dengan selaksa derita dan lara dengan Tauhidmu, temukan kami dengan Rasul kecintaan kami serta para sahabat yang hirau dengan yang miskin dan papa. Kutitipkan anak dan cucuk kami agar mereka lebih sholeh dan tegar dari kami serta istiqomah. Amieen.

---

Dulu waktu Rasulullah membacakan ayat Fushishlat 30 itu kepada sahabatnya, Abu Bakar as-Sidiq, maka Abu Bakar berkomentar,
"Alangkah indahnya ayat ini ya Rasul Allah!" Nabi SAW menjawab :
"Nanti (di akhir hayatmu) akan ada malaikat yang akan membisikkan ayat ini ke telingamu!" Ya, berbahagialah orang-orang shalih yang malaikat membacakan ayat ini kelak ke telinga mereka pada akhir hayatnya. (Al Shahida, nama pena)

Allahu ‘alam bisawab

London, 12 Maret 2007


Posted at 11:31 am by alshahida
Make a comment  

Next Page